Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Berita

Pembakaran Hutan Harus Dianggap "Extraordinary Crime"

Pembakaran Hutan Harus Dianggap "Extraordinary Crime"

beritasatu.com, Jakarta - Negara didesak untuk melihat dan memperlakukan para pelaku dan perusahaan terkait pembakaran hutan sebagai pelaku kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Sanksinya pun harus sama berat dengan teroris, pelaku korupsi, dan kejahatan narkoba.

"Bagi kami, pembakar hutan adalah extraordinary crime, sama dengan teroris dan koruptor. Mereka mengganggu semuanya. Dampak kejahatan mereka luas dan luar biasa," tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, Jakarta, Selasa (15/9).

Menurutnya, selama ini pemerintah belum memiliki kemampuan untuk menghentikan kebakaran hutan. Baginya, penyebabnya adalah tidak adanya keseriusan dalam manajemen hutan Indonesia.

Alasannya, pertama, pemerintah belum memasukkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) sebagai kementerian yang mendapatkan dana besar di APBN.

"Dari dulu sampai sekarang, kebakaran hutan itu terjadi. Padahal luas hutan 113 juta hektare (ha), dananya tak jadi prioritas," kata dia.

Kedua, lanjut politikus PAN itu, untuk hutan alam, hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan nasional dikelola pemerintah pusat, padahal lokasi hutan-hutan itu di daerah.

"Pemda pun tak menyediakan dana alokasi untuk mengelola itu, sehingga kalau hutan terbakar dan gundul, mereka cuek saja. Sementara di pusat, dananya kecil," kata Viva.

Untuk kekuatan personel, seorang polisi kehutanan harus menjaga 100.000 ha hutan dengan peralatan yang minim. Ada pasukan pemadam kebakaran bersifat honorer, bernama Manggala Agni, yang hanya ada di tujuh provinsi.

Di luar ketidakseriusan pemerintah pusat untuk mengelola hutan, masih ada aturan-aturan terhadap lahan perkebunan yang tumpang tindih antara pusat dan daerah. Akhirnya, kebijakan jadi longgar dan kejahatan di hutan jadi sangat tinggi.

"Ketika terjadi kebakaran hutan atau kebakaran lahan kebun, pemerintah selalu kalah di pengadilan. Hanya satu perusahaan saja yang kasusnya dimenangkan di 2012," kata dia.

Baginya, dalam waktu pendek, pemerintah bisa mengambil tindakan dengan mengumumkan nama-nama perusahaan yang jelas-jelas melanggar hukum dengan membakar lahan atau kebun secara sengaja.

"Katanya ada 10 sampai 15 perusahaan, ya disebutkan namanya. Selain itu, tak sekedar dicabut izin, tapi diproses secara hukum," kata Viva.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Komisi IV DPR RI, kata Viva, kebakaran hutan berulang kali terjadi setiap tahun, dan sebagian besar karena human error. Faktor manusia dominan, baik disengaja atau tidak disengaja.

Padahal, akibat kejahatan itu, selain mematikan keanekaragaman flora dan fauna Indonesia, pelakunya juga telah mengganggu gerak ekonomi dan kesehatan masyarakat.

"Karena lemahnya penegakan hukum, orang punya lahan merasa lebih murah membakar untuk membuka lahan. Lalu November Desember jadi masa tanam," kata dia.

Dia juga mendesak agar pemerintah pusat dan badan terkait tak lagi saling menyalahkan.

"Jangan cuma andalkan Kementerian Kehutanan (Kementerian LHK). Ada juga BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Pemda kabupaten dan provinsi, Kepolisian, dan pengusaha. Semua juga harus terlibat. Jelas harus ada tindakan tegas bagi pembakar hutan. Kalau tidak, mereka akan ulangi terus," bebernya.

Dia juga meminta agar pemerintah waspada adanya pengaturan cuaca oleh pihak tertentu, baik di dalam maupun luar negeri, yang menyebabkan iklim dan cuaca Indonesia tak menentu. Musim kering menyebabkan hasil pertanian menurun dan akhirnya mendorong impor.

"Rekayasa cuaca juga harus didalami dan disiapkan perangkatnya. Saat ini, senjata bukan hanya pistol atau bom. Rekayasa teknologi juga perlu diperhatikan," ujar Viva. Markus Junianto Sihaloho/FAB

Tag:

Related Images

  • Pembakaran Hutan Harus Dianggap "Extraordinary Crime"

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.
Kategori
Komisi (156)
Politik (213)
There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.