Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Berita

Produk Palm Oil Free Diminta Ditarik dari Supermarket

Produk Palm Oil Free Diminta Ditarik dari Supermarket

Kastaranews.com, Jakarta – Kalangan DPR meminta Kementerian Perdagangan menarik produk-produk makanan kemasaan impor yang berlabel “palm oil free” atau bebas kandungan minyak sawit yang beredar di sejumlah supermarket di Jakarta.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi di Jakarta menyatakan, labelisasi “palm oil free” (POF) tersebut merupakan salah satu bentuk kampanye antisawit yang disuarakan Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat.

Oleh karena itu pihaknya menyayangkan produk makanan kemasan impor (snack) berlabel POF tersebut bisa masuk ke Indonesia.

Menurut Viva, jika pemerintah saat ini berkomitmen menjadikan sawit sebagai komoditas strategis, maka adanya produk berlabel POF yang dijual di outlet Ranch Market di Jakarta ini, bukti bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah kecolongan.

“Harus ditolak (snack berlabel palm oil free) itu. Kalau produk itu sudah masuk ke Indonesia mestinya ditarik saja dari peredaran,” ujar Viva Yoga di Jakarta (19/2).

Politisi Partai Amanat Nasional itu menyatakan, makanan dalam kemasan yang diimpor seharusnya menggunakan minyak sawit dari Indonesia, sehingga aturan tersebut bisa membantu para petani sawit yang menguasai 43 persen dari total 9 juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Aturan tersebut, tambahnya, diperlukan untuk melindungi pasar dalam negeri dari serbuan makanan produk asing yang banyak menggunakan minyak nabati nonsawit.

 Apalagi beberapa negara di Eropa seperti Prancis, Belgia, dan Italia sejak dua tahun lalu telah menerapkan aturan labeling POF dalam setiap produk yang menggunakan minyak nabati nonsawit.

Hal senada dinyatakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), yang secara resmi telah mengajukan protes kepada Kemendag soal produk impor berlabel POF tersebut.

“Hari ini kami kirimkan surat resminya ke (Menteri Perdagangan) Pak (Thomas) Lembong. Kami menyayangkan produk yang menggunakan label seperti itu bisa masuk ke Indonesia. Kami minta supaya produk tersebut ditarik dari peredaran,” ujar Sekretaris Jenderal Gapki Togar Sitanggang.

Menurutnya, masuknya produk tersebut ke Indonesia kontra produktif terhadap upaya pemerintah dan pemangku kepentingan sawit nasional dalam melakukan sosialisasi kelapa sawit Indonesia yang ramah lingkungan di luar negeri. (40)

Sumber: kastaranews.com

Related Images

  • Produk Palm Oil Free Diminta Ditarik dari Supermarket

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.
Kategori
Komisi (151)
Politik (208)