kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Berita

Dipersulit Tangkap Ikan, Nelayan Adukan Menteri Susi ke DPR

Dipersulit Tangkap Ikan, Nelayan Adukan Menteri Susi ke DPR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan nelayan dan pengusaha ikan yang tergabung dalam 34 asosiasi mengadukan nasib mereka ke Komisi IV DPR RI.

Mereka menyampaikan persoalan tersebut melalui rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi, Kamis (25/2/2016).

Para nelayan memenuhi ruang rapat serta balkon Komisi IV DPR. Koordinator Front Nelayan Bersatu (FNB) Bambang Wicaksana mengatakan kepentingan nelayan semakin terabaikan.

"Ibu Susi (Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan) semakin jauh dari kami," kata Bambang.

Nelayan merasa dirugikan dengan sejumlah kebijakan, salah satunya soal peraturan terkait alat tangkap (cantrang).

Dimana terdapat aturan cantrang tidak dapat digunakan karena dianggap tidak ramah lingkungan. Padahal mereka mendengar adanya penundaan larangan cantrang karena harus disosialisasikan terlebih dahulu.

"Aturan terkait dengan pelarangan cangtrang, masih tetap berlaku, penegakan hukum masih dilakukan aparat laut, banyak teman jadi korban, ditangkap, karena alat terlarang dan tidak ada penundaan," kata Bambang.

Ia menuturkan banyak nelayan yang tertangkap dan sedang diproses hukum. Bambang pun merasakan perjuangan nelayan saat berdialog dengan Presiden Jokowi menjadi sia-sia. "Katanya ada penundaan satu tahun. Tapi tidak didasarkan legalitas yang kuat. Kami warga Indonesia tapi tak dihargai," ujarnya.

Para nelayan juga mempertanyakan aturan moratorium atau penghentian sementara penerbitan izin penggunaan kapal eks asing. Menurutnya, kapal milik nelayan yang diperoleh sesuai aturan juga dipermasalahkan. Akibatnya, tangkapan ikan yang didapat‎ nelayan merosot tajam.

"Menangkap ikan di pinggi laut dan tengah laut berbeda. Kami pernah mengajukan permohonan lewat gubernur, ada surat edaran, tapi di lapangan berbatasan dengan Lampung dan Jwa Barat akhirnya ditangkap sama angkatan laut dan polisi perairan," kata Nelayan asal Banten, Sabrawi.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPR menilai persoalan tersebut telah berulang sejak setahun yang lalu dan malah bertambah parah.

Menanggapi keluhan para nelayan tersebut, anggota Komisi IV Daniel Johan mengatakan bahwa aduan ini sudah berulang sejak setahun lalu. "Presiden Jokowi haru segera ambil sikap, kalau enggak ya nelayan akan menarik kepercayaannya dan menyesal memilih," kata Daniel.

Mengenai moratorium kapal, Politikus PKB itu menilai seharusnya yang menjadi milik warga Indonesia tidak perlu dipersulit secara administrasi. "Kapal itu kan eks-asing. Sekarang 1000 persen sudah kepemilikan orang Indonesia, bayarnya ada yang kredit lagi," katanya.

Sedangkan mengenai aturan pelarangan penggunaan cantrang yang selama ini sudah digunakan oleh ribuan nelayan. Ia mengatakan tidak semua cantrang berbahaya bagi lingkungan.
"Cantrang ada yang ramah lingkungan. Norwegia dan Australia memperbolehkan," katanya.

Sumber: tribunnews.com

Related Images

  • Dipersulit Tangkap Ikan, Nelayan Adukan Menteri Susi ke DPR

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.
Kategori
Komisi (156)
Politik (213)
There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.