Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Berita

DPR Ddesak Tim Pangan Bareskrim Intensifkan Razia

DPR Ddesak Tim Pangan Bareskrim Intensifkan Razia

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mendesak Tim Pangan Bareskrim Polri mengintensifkan razia terkait harga kebutuhan pokok di berbagai daerah. Terutama daging sapi yang masih relatif tinggi: Rp 120 ribu per kilogram.

"Kondisi itu akan semakin membebani masyarakat yang merayakan Idul Fitri nanti," kata Viva dalam penjelasan tertulis di Jakarta, Minggu (19/6/2016).

Menurut politisi PAN itu, pembentukan Tim Pangan Bareskrim Polri sesuai Pasal 43 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Pasal itu mengatur penimbunan barang untuk mencari keuntungan adalah tindak pidana. Pelaku bisa dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp 100 miliar.

Karena itu, menurut dia, jika ada pengusaha yang merangkap sebagai kartel, harus ditangkap dan dipidana. Dia juga berharap pemerintah tidak lagi cenderung menyalahkan dunia usaha dan dengan mudah melontarkan ada kartel/mafia daging.

"Ini kondisi yang tidak baik bagi dunia usaha. Caranya harus melakukan razia secara besar-besaran mulai dari pusat hingga seluruh wilayah Indonesia," ujarnya lagi.

Viva Yoga menilai harga daging sapi harus dikendalikan pemerintah. Harga yang mencapai Rp120 ribu/kilogram sangat membebani masyarakat selaku konsumen.

Parahnya, kata Viva, kondisi ini belum tentu menguntungkan peternak. Itu karena tata niaga daging masih "high cost"

"Komisi IV DPR setuju jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan operasi dan pemantauan setiap hari atas harga pangan, bukan hanya sapi, tetapi juga minyak goreng, beras, bawang merah, cabai rawit dan lainnya," katanya lagi.

Menurut Viva Yoga, ke depan, seluruh elemen harus mengubah paradigma pembangunan pertanian. Saat ini, paradigma itu hanya berkutat pada mengimpor. Padahal negara memiliki tanah luas, subur dan iklim tropis.

Karena itu, menurut dia, apabila harga daging sapi belum juga turun atau terjadi kenaikan harga, harus ada penyelidikan dari penegak hukum. Penyelidikan meliputi stok atau pasokan daging dan besar volume konsumen.

"Jika stok daging kurang, maka harga pasti naik. Begitu juga sebaliknya," ujarnya lagi.

Lalu, ujar dia, bagaimana jalur distribusi dan tata niaganya, apakah terjadi kelainan atau gangguan, dan yang terakhir yakni jika stok cukup dan jalur distribusi tidak ada gangguan maka perlu diselidiki apakah ada penimbunan atau potensi kartel.

Sebelumnya, Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh satgas kewilayahan untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat kelurahan.

Menurutnya, koordinasi itu untuk memantau indikasi adanya kelangkaan sembako maupun lonjakan harga pangan di masing-masing daerah.

Dia menegaskan, pihaknya meminta seluruh kepala kesatuan wilayah (kasatwil) Polri untuk mengoptimalkan Babinkamtibmas agar bekerja sama dengan lurah maupun kepala desa untuk turut serta memantau stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan dan Lebaran nanti.

"Babinkamtibmas kami minta berkoordinasi dan turun ke lapangan bersama lurah maupun kepala desa untuk memantau situasi pasar," katanya lagi.

Dia menyatakan apabila ditemukan adanya penimbunan maupun spekulan agar dilaporkan ke satgas monitoring terdekat.

Related Images

  • DPR Ddesak Tim Pangan Bareskrim Intensifkan Razia

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.
Kategori
Komisi (156)
Politik (213)
There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.