Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Berita

Komisi IV DPR Tinjau Penanganan Bahan Pangan di Teluk Lamong

Komisi IV DPR Tinjau Penanganan Bahan  Pangan di Teluk Lamong

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, mengadakan tinjauan kerja di Terminal Teluk Lamong pagi Kamis (24/8/2017). Rombongan disambut langsung oleh Dothy, Direktur Utama TTL dan Rumaji, Direktur operasi TTL di Gedung Utama Terminal Teluk Lamong. Bersama dengan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, konsentrasi utama kunjungan adalah pada proses pemeriksaan barang berupa komoditi pertanian, perikanan dan bahan pangan di pelabuhan. Kegiatan tinjauan tersebut bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi dari implementasi tugas-tugas Balai Karantina di Pelabuhan.

“Kami ingin mengetahui sinergitas tugas dari Karantina, Bea Cukai dan Manajemen Kepelabuhanan,” jelas Yoga.

Pada kunjungan lapangan, Viva Yoga mengungkapkan bahwa Komisi IV DPR RI akan melakukan revisi terhadap Undang – Undang No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Undang-undang tersebut telah dispesifikasi pada Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan. Revisi akan dilakukan pada bagian manajemen pemeriksaan dimana Bea Cukai dan Karantina yang sebelumnya bekerja masing – masing akan dilakukan sinergi. “Kami berharap agar Indonesia sama dengan negara maju lainnya dimana Balai Karantina dan Bea Cukai secara bersama-sama melakukan pemeriksaan, sejauh ini barang yang datang harus melewati Bea Cukai terlebih dahulu,   baru kemudian pemeriksaan Karantina,” ujarnya.

Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan semi – otomatis dan ramah lingkungan telah mewujudkan kerjasama dan sinergi yang baik dalam pemeriksaan barang di Pelabuhan. Kecanggihan peralatan dan online booking system  mempermudah proses pemeriksaan di lapangan.

“Bea Cukai di Teluk Lamong bekerja selama 24 jam 7 hari dengan sistem online dan semua pengguna jasa di Pelabuhan telah terdaftar dengan ID Card sehingga sangat meminimalisir adanya barang yang tidak dikenal masuk di Teluk Lamong,” ujar Rumaji, Direktur Operasi Terminal Teluk Lamong.

Kegiatan pemeriksaan dilanjutkan ke CFS (Container Freight Station) dimana Karantina dan Bea Cukai berkantor di TTL. Mini lab Karantina di TTL dikunjungi guna mengetahui dan melakukan evaluasi terhadap pemeriksaan barang yang harus diuji oleh Karantina di lapangan.

“Mini Lab sudah baik dan menyarankan agar Karantina menambah peralatan untuk melakukan uji Lab di TTL,” ujar Yoga.

Dengan kunjungan tersebut diharapkan agar terjadi sinergi yang baik antar Bea Cukai, Balai Karantina dan pelabuhan, sehingga kualitas dan kuantitas pangan tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

“Keterpaduan antara bea cukai, karantina dan pelabuhan dalam mewujudkan kedaulatan pangan sangat penting sehingga kualitas komoditi pangan dan hewan akan terus terjaga”, Ujar pria asli Lamongan tersebut. (ari/mar)

Tag:

Related Images

  • Komisi IV DPR Tinjau Penanganan Bahan  Pangan di Teluk Lamong
  • Komisi IV DPR Tinjau Penanganan Bahan  Pangan di Teluk Lamong
  • Komisi IV DPR Tinjau Penanganan Bahan  Pangan di Teluk Lamong

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.
Kategori
Komisi (137)
Politik (204)