Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Berita

Ini Pendapat Yoga Mauladi Soal Mafia Beras

Ini Pendapat Yoga Mauladi Soal Mafia Beras

Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, berpendapat bahwa mafia yang bermain di sektor pangan, khususnya beras, muncul dengan ditandai kondisi apabila pasokan cukup dan distribusi tak bermasalah, namun harga beras masih tinggi.

Menurut Viva, kelangkaan beras dan tingginya harga, yang biasa berujung impor, bisa jadi bukanlah semata karena mafia.

JUntuk memahami situasi yang ada, dia mengingatkan adalah kewajiban pemerintah menurut UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, untuk mengelola stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, di antaranya beras. Pemerintah harus menjamin adanya cadangan pangan dan kelancaran distribusi agar pasokan cukup, aman, dan bergizi bagi masyarakat.

JSementara terjadinya fluktuasi kenaikan harga beras, bisa dicek faktor penyebabnya. Mengacu pada teori supply - demand, kata Viva, maka jika permintaan tinggi tetapi pasokan berkurang, bisa dipastikan harga akan naik.JKedua, distribusi dan transportasi pangan itu high cost, sekitar 15 - 20 persen dari harga pasar. Jika jalur distribusi terganggu akan berakibat pada kenaikan harga.

J"Nah jika pasokan cukup, jalur distribusi dan transportasi tidak ada masalah, tetapi harga beras masih tinggi, maka patut diduga ada mafia yang bermain. Mafia itu kelompok kecil yang terorganisir, memiliki akses dengan policy maker, dan mampu mengontrol stok serta mengendalikan harga," jelas Viva, Kamis (30/4).

JBagi Viva, mafia demikian berbeda dengan spekulan, yang merupakan kelompok usaha yang memanfaatkan instabilitas pasar untuk mencari keuntungan. Biasanya juga memiliki ke akses kekuasaan tapi dalam skala kecil.

J"Beda dengan mafia," imbuhnya.

JNamun, yang namanya mafia itu tak pernah diungkapkan. Kuncinya, aparat Kepolisian yang mengusut penyimpangan kebijakan di lapangan. "Jika pidana, langsung bisa ditangkap saja," ungkapnya.

JMasalahnya, setiap masalah yang terjadi kerap langsung menuding bahwa ada mafia yang bermain. Viva mengambil contoh kasus kenaikan harga beras pada Januari - Maret 2015.

JMenurutnya, hal itu terjadi karena Pemerintah tidak mengantisipasi dan tidak sensitif. Akibat dihentikannya penyaluran raskin November dan Desember 2014, para rumah tangga sasaran (RTS) yang semula dibantu dengan beras, diganti dengan uang.

"Praktis mereka akan menyerbu pasar. Permintaan melambung, pasokan tidak ditambah, maka harga naik," ujar Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sementara Bulog mempunyai cadangan beras pemerintah 2,9 juta ton yang tersebar di gudang Bulog di seluruh Indonesia. Tapi tidak berani menyalurkan beras sebelum mendapatkan instruksi dari pemerintah.

"Itu peristiwa buruk yang tidak boleh terjadi lagi," tandasnya.

Tag:

Related Images

  • Ini Pendapat Yoga Mauladi Soal Mafia Beras

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.
Kategori
Komisi (156)
Politik (213)
There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.